RESEP TANAMAN TEBU DI DESA GEMBONG BERKUALITAS BAIK

Tanaman tebu disalah satu lahan bengkok perangkat desa gembong

gembong-gembong.desa.id, Sebagai salah satu potensi pertanian di Desa Gembong tanaman tebu menjadi tertinggi yang kedua setelah singkong sebagai pilihan para petani di Desa Gembong. sehingga pada artikel kali ini perlu kita ketahui bagaimana resep menanam tebu agar menghasilkan tebu berkualitas dengan hasil yang melimpah.

Kebanyakan masyarakat mengira tanaman tebu hanya bisa diolah menjadi gula pasir. Hal ini disebabkan kebanyakan tanaman ini memang digunakan untuk membuat gula pasir putih.

Tanaman tebu siap panen

Selain itu, tanaman yang mempunyai nama latin Saccharum officinarum ini sering diambil sari tebunya. Tanamam yang tergolong family Poaceae ini mempunyai batang yang kokoh, batang beruas dan berserat atau berserabut, dan kulitnya keras.

Di Indonesia sendiri, banyak terdapat macam jenis tebu diantaranya tebu hitam, tebu telur, tebu kuning, dan tebu hijau. Keuntungan budidaya tanaman tebu karena jadi keperluan pokok sebagai bahan dasar gula dan ampasnya molase dijadikan pupuk. selain itu tebu perlu cara menanam dan pemupukan yang intensif, sehingga dapat tumbuh secara baik.

Berikut ini cara menanam tebu agar menghasilkan tebu berkualitas:

  1. SYARAT TUMBUH

Tebu dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang mempunyai iklim panas dengan suhu sekitar 25°C hingga 28°C dan curah hujan sekitar 100 mm/th.

Dalam melakukan budidaya tanam tebu terdapat jenis tanah yang bagus untuk ditanami tebu yaitu tanah regosol, alivial, mediteran atau podsolik dengan pH tanah sekitar 6,4-7,7 atau juga pada pH tanah netral.

  1. LAHAN TANAM

Untuk lahan tanam yang akan ditanami tebu dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara dibajak atau di reynoso.

Cara pembajakan dilakukan guna menggemburkan tanah yang kering, lalu setelah dibajak buat alur sedalam 20 cm untuk menanam bibit tanaman tebu.

Sedangkan reynoso yaitu pengolahan tanah yang dilakukan pada tanah yang mempunyai banyak kandungan air, lahan yang ditanami tebu dibuat cekungan dengan kedalaman sekitar 40 cm.

Bibit tebu berkualitas
  1. PEMILIHAN BIBIT TANAMAN TEBU

Bibit tebu yang akan ditanam yaitu bisa dibibit pucuk, bibit siwilan, bibit batang mudah dan bibit rayungan.

Bibit pucuk adalah dari tanaman tebu yang telah berumur sekitar 12 bulan atau setahun dengan cara mengambil tunas muda sekitar 2-3 dengan panjang sekitar 20 cm.

Siwilan adalah bibit tebu yang kita ambil dari pucuk tanaman tebu yang telah mati.

Bibit batang mudah yaitu diambil dari tanaman tebu yang memiliki umur 5-7 bulan, bagian yang diambil yaitu seluruh batang yang kemudian dibagi menjadi 2-3 bagiaan untuk distek.

Rayungan adalah bibit tebu yang kita diperoleh dari tanaman tebu yang memang untuk bibit

  1. PENANAMAN TEBU

Pada penanaman gunakan di daerah kering. Biasanya bibit yang baik untuk ditanam yaitu bibit hasil stek yang memiliki 8-9 mata tunas dan ditanam dengan jarak sekitar 1 meter.

Penanaman stek kita lakukan pada juringan yang memiliki kedalaman sekitar 1,25 meter – 1,35 meter.

Untuk daerah basah, bibit tanaman tebu yang ditanamin dengan bibit hasil stek dengan memiliki 3 mata tunas yang ditanam bengan teknik sentuh ujung atau tumpah tindih. Waktu penanaman.

  1. PERAWATAN TANAMAN TEBU
  • Tanaman tebu yang mati atau tidak tumbuh dengan baik di tanam yang kita ganti baru. Penyulaman dilakukan pada bibit terrlalau kuat yang telah berumur 2-4 minggu dan bibit rayugan pada umur 2 minggu.
  • Disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tanah. Penyiraman baik kita lakukan setelah pemupukan paling lama 3 hari sekali setelah pemupukan.
  • Pada gulma tanaman pengganggu lainnya dengan cara dicangkul atau dipotong. Bisa kita lakukan penyemprotan herbisida yang sesuai untuk mengatasi masalah gulma.
  • Dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi lahan kebutuhan tanaman. Pupuk ZA, SP36 dan KCl adalah pupuk yang biasa diberikan.
  1. HAMA DAN PENYAKIT

Hama yang sering menyerang tanaman tebu adalah ulat pengerek.

Untuk mencegah perlu dilakukan pemilihan varietas tebu yang tahan terhadap hama atau bisa dilakukan pelepasan predator alami ulat pengerek.

Pemanenan Tebu
  1. PEMANENAN TEBU

Pemanenan tebu dilakukan dengan cara mencangkul area tanam tebu dengan kedalaman sekitar 20 cm.

Kemudian sisakan 3 ruas batang tebu jika ingin menanam tebu kembali atau jika lahan ingin dibongkar maka cabut tebu hingga akarnya.

Buang bagian pucuk tebu setelah dipanen dan batang tebu diikat dengan jumlah 20-30 batang/ikat untuk digiling. Waktu pemanenan dilaksanakan pada bulan waktu kering.

  1. KEPRASAN TEBU

Pembakaran sisa-sisa tebangan (daun tebu, sampah, dll). Pengaprasan dilakukan dengan memotong sebagian sisa tanaman (dongkel), selanjutnya pemeliharaan seperti pada tanaman baru.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan